If it doesn’t come bursting out of you
in spite of everything,
don’t do it.
unless it comes unasked out of your
heart and your mind and your mouth
and your gut,
don’t do it.
if you have to sit for hours
staring at your computer screen
or hunched over your
typewriter
searching for words,
don’t do it.
if you’re doing it for money or
fame,
don’t do it.
if you’re doing it because you want
women in your bed,
don’t do it.
if you have to sit there and
rewrite it again and again,
don’t do it.
if it’s hard work just thinking about doing it,
don’t do it.
if you’re trying to write like somebody
else,
forget about it.
if you have to wait for it to roar out of
you,
then wait patiently.
if it never does roar out of you,
do something else.
if you first have to read it to your wife
or your girlfriend or your boyfriend
or your parents or to anybody at all,
you’re not ready.
don’t be like so many writers,
don’t be like so many thousands of
people who call themselves writers,
don’t be dull and boring and
pretentious, don’t be consumed with self-
love.
the libraries of the world have
yawned themselves to
sleep
over your kind.
don’t add to that.
don’t do it.
unless it comes out of
your soul like a rocket,
unless being still would
drive you to madness or
suicide or murder,
don’t do it.
unless the sun inside you is
burning your gut,
don’t do it.
when it is truly time,
and if you have been chosen,
it will do it by
itself and it will keep on doing it
until you die or it dies in you.
there is no other way.
and there never was.
- Charles Bukowski -
I don't know why.. but this is quite sad?
"So uhhh... What are you doing on Catalina? You look like a fisherman. Are you a fisherman? No? Do you fish? I love to fish."
"I'm just trying to read, Jacob."
"Hmmm that's fine. It's a fine island, it's a fine island for reading. That's my yacht, 'The Ahi'. Yeah, I like tuna. I like tuna a lot. I like tuna enough to name my boat 'The Ahi'. I saved a cat from a tree once."
"I'm sorry... I love you. (crying)"
"Ah, you're killing me."
(Like Crazy, 2011)
( I once said: )
Kepiting itu waktu lagi di darat cuma bisa jalan ke samping. Tapi dia tetep bisa survive. Karena dia mau berusaha ekstra buat berjalan memutar supaya bisa maju ke depan.
( #thinkagain )
Tapi ngapain ya dia ga pilih berenang aja? Di laut, di tempat dia bisa ikut arus dan bergerak lurus. Toh makanannya juga ikan kan.
( #thinkonceagain: )
Mungkin kepiting itu sebenernya meribetkan diri ya secara tidak sadar. Just like me.
mungkin sudah lama ia mengira
perlu jalan dari samping ke samping
memaklumkan tubuhnya tak juga ramping
dan berhelai belati
harus ia terima dengan sabar
seperti menerima berdebar-debar kutukan
dan jalan terbuang-buang
ia meneruskan jalannya
sebelum berenang jadi pilihannya
berenang tak membuatnya tertatih-tatih
karena ia lurus terus nan mulus
perlu jalan dari samping ke samping
memaklumkan tubuhnya tak juga ramping
dan berhelai belati
harus ia terima dengan sabar
seperti menerima berdebar-debar kutukan
dan jalan terbuang-buang
ia meneruskan jalannya
sebelum berenang jadi pilihannya
berenang tak membuatnya tertatih-tatih
karena ia lurus terus nan mulus
- Jalan Kepiting, Umar Fauzi Ballah
"A blog is the perfect timeline to see yourself grows up. The achievements and disappointment, and the way it changes. You'll get surprised when scroll down next year."
- Caecilia Hidayat
Bukaaan. Bukan mau sok-sok nulis review buku Dee kok. Cuma mau nulis salah satu potongan kesukaan saya dalam kumpulan prosa satu dekade-nya Dee tersebut.
“Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak disebar.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring.”
- Dewi Lestari,
dalam Spasi Filosofi Kopi
HAI!!! Greeting from Roma y'all! Enjoying my lasagna and super creamy ice cream in a homy restaurant.
Can't wait to try gondola-ing in a few hours. Venice, I'm coming!!!
Boong ding. Ini lagi home alone dan suwung banget di rumah. Untuk menghilangkan rasa bosan baiknya berkhayal sedang liburan. Jadi mulai dari sini, anggep aja I'm on vacation. Setnya di Italia.
Saya berangkat ke sana tanggal 11 kemaren. Naek apa? Yah karena saya sedang tidak main mainan orang kaya jadi let's say saya ga naek jet pribadi tapi Air Asia tiket promo. Apa ada Air Asia sampe Itali? Ya mana saya peduli. Saya gatau berapa jam perjalanannya ya. Pokoknya ini ceritanya udah siap backpacking menjelajah Itali sambil foto-foto. Yo amin.
Ngomong soal foto, jadi keinget lagi kan. (T_T)
Ini H+9 hilangnya kamera saya. Iya ilang. Ilang gitu aja, entah lupa naruh, ketinggalan, apa diambil orang pas habis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. (Iya nama lombanya sepanjang itu. Dan buat yang pengen tau menang ga, jawabannya: Belum. Hiks)
Sedih. Padahal dulu seneng banget pas pertama punya. Bisa membekukan momen-momen yang pengen diingat lewat sudut pandang mata sendiri. Beda gitu lah sama kalo di tag-in foto hasil jepretan orang. Aih. Mana foto-fotonya banyak yang belum dipindahin lagi. Ya ampun.
Sampe sekarang belum berani ngomong sama Bapak Ibu. Masih berharap ketemu soalnya.
Mungkin ga sih tiba-tiba itu kamera muncul sendiri gitu. Tapi masa kemarin adek saya si Icha malah nyuruh ke paranormal coba. (-_-)
Zzzzz banget kan.
I hate myself so much for being this recklessss over and over again.
Gagal sudah rencana ganti HP. Jadi nyusahin ortu lagi deh.
Tapi jadi inget salah satu cerita di Hai, Miiko waktu Miiko gelangnya ilang. Papa Miiko bilang,
"Saat kita kehilangan benda yang kita sayangi, benda itu akan membawa semua hal buruk yang akan terjadi nantinya. Menggantikan Miiko menanggung semua itu dan terbang jauh! Makanya kamu harus bersyukur. Yang penting semua selamat kan?"Bukannya percaya sih. Only that sounds sweet. Dan saya yakin Bapak ga mungkin bilang begitu ke saya. Hahaha.
Bapak Ibu, maafin saya. Mungkin sekarang belum bisa ganti, tapi suatu saat insyaAllah pasti ada gantinya yang lebih bagus ya. Aamiin.
"Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang tidak berjodoh dengan segala jawaban."
- Dewi Lestari



